Sejak Rabu 6 Agustus 2008 sampai dengan Senin 25 Agustus 2008 berlangsung rangkaian sidang MPK dan OSIS untuk merevisi Tata Tertib Siswa di Sekolah dan Asrama yang sudah 1 tahun berlaku sejak Juli 2007. Proses ini ditandai dengan penyelenggaraan sidang yang memakan waktu cukup lama dan menguras energi peserta sidang. Tercatat dalam jadwal yang diedarkan oleh Pembina Harian OSIS bahwa keseluruhan proses ini harus mencakup 5 (lima) sidang beruntun termasuk sidang pleno yang akan digelar hari Rabu, 13 Agustus 2008 bertempat di Aula Asrama.
Sidang 1 membahas tata tertib yang berkaitan dengan Sekbid 1,3,5, dan 7 OSIS dan menghasilkan Draft 1 Tata Tertib Siswa. Sidang 2 membahas tata tertib yang berkaitan dengan Sekbid 2,4,6,8, dan Ketentuan Umum/Khusus lainnya dan menghasilkan Draft 2 Tata Tertib Siswa. Sidang 3 mereview Draft 1 dan 2 serta menghasilkan Draft 3 Tata Tertib Siswa. Tiga sidang ini dijalani sepenuhnya oleh para siswa tanpa pendampingan erat dari guru-guru pembina OSIS. Ini demi memunculkan paradigma Tata Tertib Siswa adalah produk dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa.
Sidang 4 menjadi kesempatan bagi peserta sidang untuk mengonsultasikan Draft 3 dengan guru-guru pembina OSIS (pembina harian dan pembina sekbid) dan penasihat akademik. Banyak ide yang keluar dari para guru demi memperbaiki hasil rumusan sidang sebelumnya. Ini tentu saja tidak memutarbalikan kesepakatan yang sudah dicapai dalam sidang terdahulu, sambil tetap memelihara iklim demokrasi selama sidang berlangsung. Sidang 5 adalah Sidang Pleno : Pandangan Umum Anggota OSIS 2008 terhadap rancangan Tata Tertib Siswa yang sudah dikonsultasikan dengan pembina OSIS dan penasihat akademik.
Setelah diplenokan, Ketua MPK dan Ketua OSIS membentuk Tim Perumus Tata Tertib Siswa di Sekolah dan Asrama 2008, yang bertugas menyusun rancangan akhir Tata Tertib dimaksud. Draft ini akan dibawa ke Kepala Sekolah didampingi oleh Wakasek Kesiswaan untuk ditelaah sebelum ditetapkan secara resmi. Kepala Sekolah memiliki waktu yang cukup selama 1 minggu untuk mempelajari dan memperbaiki rancangan Tata Tertib tersebut tanpa mengorbankan gagasan dasar hasil pemikiran dan pembahasan yang dilakukan para siswa selama sidang-sidang sebelumnya.
Hari Senin, 25 Agustus 2008 nanti rancangan tersebut akan ditetapkan secara resmi dalam suatu Upacara Bendera. Dengan demikian sejak saat itu, Tata Tertib Siswa di Sekolah dan Asrama SMA Kristen 2 (BINSUS) Tomohon tahun 2008 resmi diberlakukan.
Tuhan kiranya memberkati segenap usaha kita semua demi penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan kesiswaan yang tertib dan berkualitas.
Hari ini, Sabtu 2 Agustus 2008, SMA Kristen 2 (BINSUS) Tomohon mengutus dua siswa mengikuti kegiatan Asian Science Camp 2008 di pantai Sanur Bali, yang disponsori oleh Surya Institute. Mereka adalah Olivia Wenno dan Andrew Hukom. Keduanya adalah siswa kelas XII Ilmu Alam 1.
Kegiatan ini adalah ajang bagi remaja dan pemuda Indonesia bahkan Asia untuk bertemu, berdialog, berdiskusi, dan tidak kalah pentingnya menjalin persahabatan yang erat sesama pelajar. Sebagaimana dilansir dari situs resmi panitia penyelenggara asc2008.suryainstitute.org/index.php kegiatan ini bertujuan menumbuhkembangkan kecintaan akan ilmu pengetahuan pada orang muda agar mereka siap meneruskan tongkat estafet pembangunan bangsa dan dunia. Remaja dan pemuda hendaknya dibekali dengan ilmu pengetahuan dan kepribadian yang baik untuk dapat menjadi pemimpin yang baik pula.
Selamat kepada Olivia dan Andrew. Selamat menimba ilmu, meluaskan wawasan, memperoleh pengalaman baru, dan menjalin tali persahabatan yang baru pula.
Tuhan memberkati.
Terakhir Diperbaharui ( Saturday, 02 August 2008 )
Mulai jam 8 pagi tadi, tercatat 120 pelamar calon siswa SMA Kristen 2 BINSUS Tomohon, mengikuti psikotes yang merupakan salah satu item penentu keberhasilan mereka untuk menjadi siswa di sekolah ini. Tes ini ditangani langsung oleh Laboratorium Psikologi Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang dipercayakan oleh pihak sekolah untuk mengidentifikasi potensi peserta psikotes tersebut. Mereka bergelut dengan soal-soal ujian selama kurang lebih 3 jam penuh demi mendapatkan potret diri mereka yang cukup jelas untuk dijadikan dasar pijakan pengembangan diri mereka menjadi lebih baik lagi dengan model pembinaan yang diharapkan pas untuk mereka masing-masing.
Potensi intelegensi (IQ : intelligence quotient) tentu saja amat diperhatikan, namun kami juga memandang kurang lebih sama untuk potensi lainnya yakni kreatifitas (CQ : creativity quotient), bakat numerikal, dan kecenderungan kepribadian. Semuanya itu menjadi satu paket lengkap untuk didalami sebelum ditentukan peserta yang lulus tes masuk sekolah ini.
Hari Selasa, 24 Juni 2008, akan kembali diadakan tes masuk gelombang kedua teristimewa bagi peserta yang berasal dari luar Sulawesi Utara. Tes tersebut akan dimulai pukul 8 pagi, namun sangat diharapkan kehadiran seluruh peserta sebelum pukul 7, sebab menurut informasi terakhir yang kami peroleh dari panitia Tomohon Flowers Festival, bahwa jalan raya utama yang menghubungkan pusat kota Tomohon dengan kelurahan-kelurahan di kecamatan Tomohon Utara (dari Tugu Tololiu sampai dengan Jembatan perbatasan Kakaskasen 1 dan Kinilow 1), akan ditutup sejak pukul 6 pagi sehubungan dengan pelaksanaan simulasi ke-2 parade kendaraan hias dalam rangka Tomohon Flowers Festival.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi semua pihak yang akan berkepentingan dalam pelaksanaan tes gelombang kedua tersebut diatas.